Memantaskan Diri untuk Menjemput Mimpi

posted in: Blog, Esai, GPAN Regional Jogja | 0

Oleh: Mawwadatul Ashfa

[pullquote align=center]

Tugas kita hanya memantaskan diri untuk mimpi kita di hadapan Allah. Jika Allah telah berkehendak dan menganggap kita pantas mendapatkannya, maka tidak ada satu hal pun yang dapat menghalangi kita untuk mendapatkannya.

[/pullquote]

              Jika orang lain hanya mempercayai kata-kata itu, saya meyakininya. Memantaskan diri untuk mimpi, itulah yang saya yakini selama ini. Keinginan saya untuk mengikuti program internasional terutama exchange sudah ada sejak lama sebelum saya masuk ke dunia perkuliahan. Saya bahkan menuliskan keinginan saya tersebut di dinding kamar saya, di buku agenda saya dan di laptop saya. Namun apalah arti sebuah mimpi bila tanpa sebuah usaha untuk mewujudkannya?

            Awalnya, saya ingin mengikuti program exchange yang diselenggarakan oleh fakultas, yang mensyaratkan mahasiswa minimal semester 3 yang dapat mengikuti program tersebut. Namun, ketika saya masuk semester 3, program exchange tersebut telah ditiadakan oleh fakultas. Ternyata, Allah menjawab mimpi saya dengan cara lain melalui International Youth Singapore Cutural and Education Exchange 2016 yang diadakan oleh EdConex Indonesia, tentu saja setelah saya berhasil lolos seleksi berkas dan wawancara.

            Kegiatan IYSCEE ini bertema Strategic Development of Singapore Education. Rangkaian kegiatan inti dari program ini adalah International Seminar, International Panel Discussion, Cultural Exchange. Dilanjutkan dengan kegiatan Campus Visit dan Field Trip.

        Seminar Internasional ini diadakan di NTU dengan tema The Singapore Education Development Strategy. Seminar ini membahas tentang sistem pendidikan di Singapura berikut penerapannya serta membahas bagaimana budaya yang berkembang dalam masyarakat sehingga terbentuk masyarakat yang terdidik dan berpendidikan.

whatsapp-image-2016-09-18-at-18-07-15

      Kegiatan diskusi panel (International Panel Discussion) dilakukan usai seminar internasional. Pada diskusi ini, semua delegasi menjadi speaker dan mengemukakan pendapatnya masing-masing mengenai berbagai persoalan tentang pendidikan di Indonesia dan solusi yang bisa ditawarkan untuk memecahkan persoalan tersebut. Dimulai dengan mengupas tentang What is good and bad about Singapore education development strategy? What is good and bad about Indonesia education development strategy? What can be implemented into Indonesia from Singapore education development strategy? Diskusi ini dilakukan dengan mahasiswa NTU, sehingga para delegasi mempunyai gambaran langsung dari mahasiswa NTU tentang bagaimana sistem pendidikan di Singapura. Harapan kedepannya, hasil dari diskusi ini akan dibukukan dan dapat disampaikan kepada birokrasi pemerintah, sebagai wujud konstribusi nyata terhadap pendidikan Indonesia.

           Kegiatan selanjutnya adalah Cultural Exchange. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengalaman, khususnya terkait kebudayaan di Singapura. Bentuk kegiatannya berupa kunjungan ke tempat-tempat yang menyimpan nilai sejarah Singapura, seperti Little India, Mesjid Sultan dan Chinatown. Kunjungan ini juga bertujuan untuk mempelajari budaya masyarakat Singapura sebagai negara maju. Tatanan kehidupan di Singapura sangat disiplin, toleransi, bersih dan tertib. Selain itu, sistem pemerintahan di Singapura yang sangat tertata menjadi salah satu pendukung Singapura menjadi negara maju seperti saat ini, terutama dalam bidang pendidikan. Singapura merupakan salah satu dari 10 negara terbaik yang memiliki sistem pendidikan berkualitas.

         Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Campus Visit, yang berlangsung di NTU. Campus visit ini bertujuan untuk menambah wawasan, serta memahami budaya belajar mengajar di salah satu kampus terbaik dunia. Hal ini menjadi salah satu referensi bagi kami untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

      Dilanjutkan dengan Field Trip yang merupakan kegiatan berwisata di berbagai objek wisata Singapura, yang sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang berlibur oleh para delegasi. Field Trip ini meliputi beberapa obyek wisata, diantaranya adalah Universal Studio, Garden by the Bay, Merlion Park dan Asian Civilisation Museum. Asian Civilisation Museum yang bertempat di sebuah bangunan bersejarah dekat Singapore River ini menceritakan kisah peradaban budaya Asia kuno melalui koleksi permanennya.

      Di bagian akhir catatan perjalanan saya, saya ingin menggarisbawahi bahwa memantaskan diri bukan hanya tentang mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran kita untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan keinginan kita. Kita juga harus meyakini bahwa apa yang kita impikan bukan hanya sekedar angan kosong, melainkan angan yang pasti bisa untuk diwujudkan. Meyakini bahwa dengan adanya kegagalan yang bertubi-tubi menghampiri, justru akan semakin mendekatkan pada mimpi kita. Serta, meyakini bahwa setiap doa dan usaha yang tercurahkan tak ada yang sia-sia dan pasti akan ada ijabah nantinya.

Leave a Reply