Belajar dari Kucing : Bagaimana kamu dirawat, begitulah kamu akan merawat

posted in: Event | 0

3 hari yang lalu kucingku melahirkan. Dilihat dari umurnya, dia sebenernya belum cukup umur untuk memiliki anak.

Umurnya baru beberapa, dan badannya juga masih kecil. Entah dengan kucing mana dia bisa bunting.

Kucing ini merupakan anak dari almarhum si Lupus, kucingku yang laki-laki, dengan istrinya yang ia bawa kerumah.

Nah, istrinya ini, seekor ibu kucing yang kurang bertanggungjawab. Tiap dia melahirkan, selalu saja anak-anaknya ditinggal, tak pernah dirawat atau disusui. Bahkan, pernah juga anak-anakya ia makan.

Dari berkali-kali melahirkan dan menelantarkan anak, ada satu anak kucing yang sanggup bertahan. Dia kucing kecil berjenis kelamin betina. Adekku menamainya mpus kecil

Meski tak pernah mendapatkan kasih sayang dari seekor ibu, mpus kecil ini tumbuh sampai remaja, tentu dengan beberapa kekurangan, misal ketika berjalan tidak seimbang dan suka oleng.

Mpus kecil tumbuh mandiri. Dari kecil sudah ditinggal ibunya, dan yatim, karena beberapa hari setelah ia dilahirkan,  si Lupus meninggal karena sakit. Praktis, mpus kecil tumbuh tanpa belaian kasih sayang dari kedua ekor bapak ibunya.

Nah, itu berdampak ketika dia punya anak. Mpus kecil melahirkan 3 ekor anak kucing.

Entah memang keturunan dari si Ibu atau memang karena waktu kecil dia tidak pernah tau kasih sayang seekor ibu itu seperti apa, dia jadi melakukan hal yang sama seperti dulu yang dilakukan ibunya, meninggalkan dan menelantarkan anak-anaknya.

Waktu aku mendekatkan dia pada anak-anaknya, si mpus ini malah berontak dan gak mau dekat-dekat. Bahkan, dia sempat mencakar anak-anaknya sambil mengerang.

Aku gak tau apa yang terjadi, tapi dari itu aku bisa belajar. Betapa penting kasih sayang kedua orang tua itu, terutama kasih sayang seorang Ibu.

Ibu adalah contoh pertama bagaimana kasih sayang itu diberikan.

Jika sewaktu kecil ia mendapat kasih sayang, besar nanti ia akan menularkan kasih sayang itu pada anak-anaknya.

Tapi, jika waktu kecil ia kurang kasih sayang, besar nanti ia akan bingung,  bagaimana “cara” memberikan kasih sayang itu pada anak-anaknya.

Jadinya, yang terjadi malah sama kayak kucingku diatas, menelantarkan anak-anaknya.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk belajar bagaimana cara memberikan kasih sayang pada anak-anak. Agar kelak, anak-anak kita bisa memberikan kasih sayang serupa seperti waktu dulu ia dikasihsayangi.

Tidak seperti kucingku diatas, yang meninggalkan dan menelantarkan anak-anaknya.

Yang pada akhirnya, ketiga bayi kucing itu mati, karena kekurangan ASI dan kasih sayang seekor ibu kucing. Kasihan….

Yuk, belajar dari kucing.
Salam hangat,
Muhammad Sakroni

( Pict by pexels.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *