[ Review Buku Tere Liye Negeri Para Bedebah ] Catatan Gelap Politik Ekonomi Indonesia

Di Negeri Para Bedebah, kisah fiksi kalah seru dibanding kisah nyata. Di Negeri Para Bedebah, musang berbulu domba berkeliaran di halaman rumah. Tetapi setidaknya, Kawan, Di Negeri Para Bedebah, petarung sejati tidak akan pernah berkhianat.

            Begitulah kutipan yang tertera di bagian sampul belakang novel karya Tere Liye yang diberi judul “Negeri Para Bedebah”. Kutipan tersebut menjadi alasanku saat itu membeli novel ini. Ketika itu saya merasa bahwa kutipan itu relate dengan kondisi di negara ini. Orang-orang berlomba untuk memperkaya diri sendiri walaupun harus bermuka dua di banyak tempat. Miris.

            Novel yang tak kusangka saat mulai membacanya dengan lugas membahas tema yang sebenarnya cukup rumit dan kompleks yaitu perekonomian global, rekayasan keuangan, imperium bisnis, mafia hukum, konspirasi, dan segala hal “mengerikan” lainnya. Tetapi, tidak tahu mengapa, justru saya menikmati kerumitan tersebut.

            Novel ini terbagi dalam dua sekuel yaitu Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk. Kali ini saya akan membahas sekuel pertama dahulu yaitu Negeri Para Bedebah.

            Adalah Thomas atau Tommi yang menjadi tokoh sentral dari keseluruhan cerita. Thomas adalah konsultan keuangan profesional yang dikenal secara internasional. Ia lulusan universitas ternama dan kerap melanglang buana sebagai pembicara terkait ekonomi dan keuangan yang dikuasainya. Thomas memiliki perusahaan konsultan yang telah dikenal dikalangan pebisnis bahkan politikus. Dalam cerita, Thomas memiliki karakter cerdik, gesit, cerdas, fisik kuat, humoris, tampan

            Tetapi dibalik prestasi tersebut, tidak banyak yang mengetahui bahwa Thomas memiliki masa lalu yang sangat kelam. Masa kecilnya kelam. Orangtuanya meninggal dibakar oleh masyarakat sekitarnya, yang protes karena sebuah “Arisan Berantai” yang didirikan omnya, Liem Soerja, dan papanya, Edward. Adalah Liem yang berambisi membangun bisnis keluarga yang besar, yang akhirnya harus kandas di tengah jalan.  Thomas yang yatim piatu akhirnya dikirim oleh para tetangganya ke sebuah sekolah berasrama terpencil di dekat pantai. Sekolah yang mengubah hidupnya secara total. Thomas yang sedih dan sakit hati berubah menjadi Thomas yang pintar, gagah, tampan, dan berhasil menyelesaikan sekolah masternya di luar negeri. Master dalam bidang ekonomi bisnis, sekaligus master dalam bidang politik. Maka tidak mengherankan dengan kompetensinya tersebut Thomas memiliki kemampuan untuk mengendalikan media bahkan petinggi-petinggi negara.

            Ditengah kesuksesan yang sedang ia peroleh, sebuah peristiwa penggrebekan seorang penjahat keuangan harus menyeret Thomas kedalam memori masa lalunya. Saat ini Thomas menjadi orang terpandang. Tidak ada yang tahu bahwa dia memilki kerabat yang memilki usaha Bank Semesta. Ya bank Semesta yang dalam kondisi bahaya. Pemilik dari bank tersebut tidak lain adalah om Liem, kerabat Thomas. Om Liem mengutus orang kepercayaannya mencari Thomas, yaitu Ram

            Setelah itu pembaca akan disajikan dengan unik dan cerdas dari Thomas untuk menyelamatkan nasib bank tersebut. Yang cukup mencengangkan di akhir cerita nanti, terselip fakta bahwa latar waktu dalam buku ini adalah hanya 2 hari.

            Kesimpulannya penilaianku untuk novel ini yaitu CERDAS. Penulis berhasil menghipnotis para pembaca untuk ikut dalam ketegangan cerita terutama latar penyelamatan Bank Semesta oleh Thomas.

Ditulis oleh AL yang kebetulan jadi Bedebah di GPAN Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *