[ Review Buku Catatan Juang Fiersa Besari ] Cinta, Keberanian dan Kepercayaan

Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya.

Tertanda,

Juang

            Salah satu kutipan yang paling berkesan dari buku ini ketika saya mulai membaca novel kedua Bung, sapaan karib Fiersa Besari setelah Konspirasi Alam Semesta. Buku ini merupakan sampingan dari buku yang kusebut sebelumnya. Novel ini adalah buku kelima Bung yang sudah saya sebelumnya. Tidak tahu mengapa saya sangat tertarik untuk membaca semua bukunya. Gaya penulisan dan penyampaiannya sangat renyah dan mudah untuk dipahami.

            Buku dengan sampul utama merah bermotif seperti retak-retak macam kertas buffalo ini juga menjadi daya tarik ketika kita melihatnya di rak buku sebuah toko buku. Buku terbitan Mediakita dicetak pertama kali pada tahun 2017 ini memiliki 300 halaman. Meskipun terhitung cukup tebal tetapi tidak membosankan untuk dibaca beberapa kali. Mungkin karena isinya cukup relate dengan relate dengan saya. Apalagi tema utamanya adalah cinta.

Catatan Juang

            Jadi di dalam novel ini terdapat beberapa tokoh yaitu salah satunya ada Suar yang menjadi tokoh utama kisah ini. Suar, seorang wanita yang memiliki mimpi menjadi sineas namun harus menghadapi kenyataan terjebak dalam rutinitas sebagai sales asuransi di sebuah Bank. Mimpinya harus ia kubur lantaran Sang Ayah jatuh sakit. Ia berinisiatif untuk menjadi tulang punggung keluarganya, meskipun sebenarnya Sang Ayah tak pernah meminta hal yang demikian.

            Hidup Suar berubah ketika suatu hari ia menemukan sebuah buku catatan berwarna merah yang terjatuh di angkutan umum yang sedang ia tumpangi. Dan disinilah kisah itu di mulai. Ketika Suar menemukan buku itu, dia berniat untuk mengambalikannya. Dan dia mencoba membaca beberapa halaman untuk mencari keterangan tentang si empunya buku itu. Tapi, semakin ia membaca buku itu dia tidak menemukan petunjuk apa-apa selain nama utama di halaman awal buku tersebut; Juang adalah nama di dalam buku itu.

              Halaman per halaman sudah dibaca oleh Suar, ia merasa buku bersampul merah ini seperti semacam energi untuknya. Di setiap halaman selalu saja ada pelajaran hidup yang di tuliskan oleh Juang, seolah menggambarkan sosok Juang yang sesungguhnya.

              Memiliki banyak dilema di kehidupannya akhirnya Suar memberanikan diri untuk mengikuti kata hatinya. Suar sebenarnya adalah lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual. Hanya saja keadaan keluarganya yang terpuruklah yang membuat ia mengubur dalam-dalam impian menjadi sutradara. Berbekal tekat dan juga keberanian, Suar akhirnya memutuskan untuk kembali ke Desa dan menceritakan perihal keinginannya kembali untuk mewujudkan cita-cita. Dan orangtuanya pun setuju.

Di setiap langkah Suar, buku sampul merah selalu menjadi obat baginya untuk terus bersemangat. Kegagalan dan keberhasilan pun mulai ia raih satu-satu. Suar akhirnya dipertemukan dengan Dude, si pecinta kopi dan suka berpetualang. Mereka bersama-sama mulai menanjak gunung untuk keperluan konten yang sedang di garap oleh Suar. Lambat laun, benih-benih cinta itu pun timbul.

Melalui Dude pula, akhirnya Suar bertemu dengan si pemilik buku bersampul merah. Siapakah sebenarnya si pemilik itu, apakah ia adalah Juang? Ataukah orang lain?

              Kesimpulannya buku ini sangat pas dan cocok untuk dibaca karena gaya bahasanya mudah dipahami dan juga berisi pelajaran hidup di tengah kekalutan kondisi saat ini.

Ditulis oleh Al yang berJUANG di GPAN Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *