Rekonseptualisasi Gerakan Literasi Digital di tengah Pandemi

posted in: Event | 0

Masa pandemi yang dialami oleh se-antero negeri tidak menghambat gerakan literasi memudar. Jangankan untuk rapat ditemani segelas kopi, bahkan sekedar mampir basecamp untuk ngerumpi bukan lagi perkara yang mungkin. Seperti halnya organisasi atau komunitas lain, GPAN yang berkelut dalam dunia literasi dan banyak dihuni oleh generasi digital (Gen Z) lantas tidak membuat proker menjadi final. Meski sedikit terasa berbeda, namun  literasi yang acapkali memiliki banyak makna ini memang layak untu di-rekonseptualisasikan (dikonsep ulang) dengan memanfaatkan media digital.

Sambil menemani kegiatan teman-teman dalam kurun waktu #dirumahsaja (baca: hastag dirumahsaja), GPAN Regional Kepanjen telah melakukan kelas Online dengan merujuk tema “Belajar Editing Vidio Simple Pakai HP”. Seperti yang kita baca dalam judulnya, kelas daring tersebut membahas tentang bagaimana prosedure editing menggunakan aplikasi Kinemaster. Diskusi yang dipandu oleh Siska itu, berjalan pada hari Jum’at, 17 April 2020 dalam whatsapp gruop GPAN Regional Kepanjen dengan tiga sesi; pembukaan, pemaparan dan tanya jawab.

Selain tujuan utama yakni belajar mengedit vidio bersama, ada tujuan tersirat yang ingin disampaikan oleh Aldifa selaku ketua GPAN Kepanjen dalam acara tersebut. Dia berharap dengan adanya kelas online seperti ini bisa merekatkan relasi antar anggota, selain itu bisa mengenal lebih jauh beberapa senior (pendahulu) di GPAN Kepanjen dengan mengundang mereka sebagai pemateri, tapi yang tak kalah penting intinya adalah bisa memfasilitasi anggota untuk belajar bersama.

“Kinemaster adalah salah satu aplikasi dengan banyak fitur nan kompleks dan hampir mirip dengan aplikasi editing di laptop”, papar Khalid Nabawi saat ditanya ‘Mengapa memilih aplikasi Kinemaster dan bukan yang lain.’ Dengan memberikan contoh hasil editing Kinemaster, dalam vidio tersebut bercerita tentang basic editing, yaitu; 1). Transition, 2). Color Garding, 3). Text, 4).Anamorphic Cinematic. Selanjutnya Khalid menjelaskan 3 prasyarat yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sebuah video.

Pertama, yaitu Pra Produksi. Para editor vidio harus mempersiapkan naskah agar kita mendapatkan plot twist cerita yang bagus. Kedua, bagian Produksi. Segala bentuk teknik pengambilan gambar ataupun movement camera ada di sesi ini. Pasca Produksi, merupakan bagian vital berisikan proses editing. “Jika seorang editor vidio telah melakukan step 1 dan 2 dengan baik, pasti lebih mudah melakukan proses editing”, imbuhnya. Beberapa pertanyaan dan tanggapan saat diskusi membuat suasana segar, alias lebih hidup. 4 orang penanya kemudian diberi fasilitas khusus apabila ingin mempelajari editing via Kinemaster. Serangkaian acara kelas online tentang editing vidio malam itu hanya sebagai pembuka. Lebih lanjut lagi, GPAN Kepanjen akan membuat beberapa kelas online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *