Refleksi GPAN Jember: Mengabdi – Berinovasi Belajar – Evaluasi

posted in: GPAN Regional Jember, Kegiatan | 0

Oleh: Rulli Putri Maulida

 

Ada banyak data hasil riset dan survey yang dilakukan oleh akademisi luar negeri ataupun dalam negeri yang menunjukkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah.Tajuk-tajuk di beberapa artikel yang bertebaran di dunia maya juga sarat mengiris hati nurani—bagi mereka yang peka, seperti yang dituliskan di salah satu laman website (jpnn.com): “Tak Enak Didengar! Indonesia Peringkat 60 dari 61 Negara.” Satu fakta lagi yang menjadi viral akhir-akhir ini adalah “kuantitas buku yang dibaca oleh orang Indonesia dalam setahun ialah 0-1 buku”. Semua bukti ke-ekstrim-an ini semata-mata agar kita tidak selalu mangkir dari kenyataan dan membesarkan hati dengan fakta yang ‘dibalik’. Hal ini menjadi PR bagi semua pihak yang menaruh perhatian besar terhadap perkembangan literasi, salah satunya Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara.

If we encounter a man of rare intellect, we should ask him what books he reads.”

-Ralph Waldo Emerson

Hal ini menjadi sorotan bagi teman-teman GPAN khususnya yang berdomisili di Jember, Jawa Timur, setelah sebelumnya sempat terpukul dengan kenyataan bahwa Jember merupakan daerah dengan kemampuan literasi paling rendah se-Indonesia (dikutip dari okezone.com tahun 2015). Sudah cukup kami dimanjakan dengan data statistik yang ditutup-tutupi hanya untuk membuai kami di atas awan—karena pada akhirnya kami akan jatuh juga oleh kenyataan di lapangan. Gereget, kami pun memiliki visi besar, yakni menumbuhkan minat baca anak-anak dan remaja. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan—pepatah klasik mengatakan demikian. GPAN Jember lahir pada Desember 2015, di penghujung tahun, masih seumur jagung, belum genap 1 tahun. Banyak sekali hal yang harus kami pelajari, utamanya dalam mengenal potensi masyarakat sekitar sehingga kami dapat memfasilitasi kegiatan yang sesuai demi visi yang ingin kami wujudkan bersama.

                             perpuskagetcafe_1

Sasaran kegiatan kami bukan hanya anak-anak, namun juga remaja, mengingat buku-buku sumbangan dari para donatur mayoritas untuk remaja. Oleh karena itu, kami memulai dengan kegiatan “Perpus Kaget” yang di helat pertama kali di CFD Alun-Alun Jember pada April 2016. Berkolaborasi dengan GERKATIN, kami membuka lapak baca dan kelas Bisindo (Bahasa Isyarat Indonesia). Selain menggalang buku dan menarik pengunjung untuk meluangkan waktu membaca, memperkenalkan gerakan yang baru dimulai ini kepada masyarakat juga merupakan tujuan kami. Setelah itu, pada Mei 2016, kami membuka “Perpus Kaget” yang kedua di tempat yang ramai pengunjung pada malam Minggu: Kedai Doeloe, Kalisat. Kegiatan ini cukup menarik perhatian anak-anak muda yang datang. Beberapa pengunjung sangat antusias dengan display Perpus Kaget. Beberapa pengunjung juga membaca buku-buku yang tersedia di rak. Bahkan ada yang datang sambil menyumbangkan bukunya.

Bulan selanjutnya, Juni 2016, kami mengadakan “Pengabdian Ramadhan” di salah satu Madrasah Diniyah yang bertempat di Masjid Al-Mujtahidin Kalisat. Selama 4 pertemuan dalam sebulan, kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para santri dengan rentang umur 3 – 12 tahun. Kegiatan yang kami adakan bervariasi: Gambita (Gambar Bercerita), Macamarita (5 Menit Baca, 5 Menit Bercerita), dan The Puppet Show. Sambutan yang baik juga disampaikan oleh para ustadz dan ustadzah di Madrasah tersebut untuk mengabdi lagi di kesempatan selanjutnya.

ramadhan_2

Usai melaksanakan program pengabdian Ramadhan, atas undangan dari SMK Muhammadiyah 3 Kalisat, kami mengadakan “GGS—GPAN Goes to School” pada Juli 2016. Dalam kegiatan ini, kami memberikan motivasi kepada siswa-siswi bahwa membaca adalah salah satu usaha untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan kesuksesan yang lebih besar. Di antara sekian banyak siswa baru, terdapat satu orang perwakilan yang berani mengungkapan cita-citanya yang tinggi dan mulia. Namun, karena keadaan ekonomi keluarganya, ia takut tidak bisa mewujudkan mimpi tersebut. Hal ini menorehkan kesan haru dan motivasi mendalam bagi teman-temannya yang lain, termasuk kami, untuk terus menghidupkan mimpi dan cita-cita.

“Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia”

-Andrea Hirata

ggs_3

Pada penghujung Agustus 2016, kami mendapat undangan untuk berkolaborasi dengan salah satu kelompok KKN UNEJ di Desa Sukorejo untuk turut menciptakan ‘Pojok Baca’ di desa tersebut. Namun karena satu dan lain hal, kami tidak dapat turun tangan dalam kegiatan tersebut. Sehingga kami hanya berkesempatan untuk berkunjung dan mendengarkan cerita sukses dari teman-teman KKN dalam membangun ‘Pojok Baca’ yang menjadi program kerja mereka. Semoga di lain kesempatan, kita bisa mengabdi bersama.

Kegiatan-kegiatan ini memberikan energi positif bagi kami untuk terus bergerak dan berusaha menepis fakta-fakta yang disebutkan di awal tadi. Sambutan, dukungan dan testimoni dari orang-orang di sekitar kami juga menjadi kekuatan tersendiri untuk terus maju dan berinovasi. Poin-poin evaluasi dan perbaikan pada tiap kegiatan yang telah kami laksanakan itu pasti. Masih banyak to-do-list yang harus segera direalisasikan, seperti community visit ke komunitas-komunitas Jember yang bergerak di bidang literasi—yang telah lama kami agendakan guna memperluas jaringan danmemperdalam ilmu kemasyarakatan. Masih ada beberapa bulan lagi untuk menggenapkan usia GPAN Jember menjadi 1 tahun. Dan tak terhitung tahun-tahun setelahnya, untuk mengabdi demi negeri tercinta.

Teringat kutipan Bapak Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng yang hingga detik ini terus menginspirasi:

“Jadilah seperti mata air, bila dirimu air yang jernih, maka sekitarmu akan bersih.

Tapi bila dirimu kotor, sekitarmu juga ikut kotor”.

Semoga tiap detiknya menjadikan GPAN Jember lebih bermanfaat dan memberi arti untuk meningkatkan kemampuan literasi. Salam mengabdi dari kami.

Leave a Reply