Ramadhan, GPAN Jember Goes to TPQ MADAM

posted in: GPAN Regional Jember, Kegiatan | 1

Lebaran sebentar lagi, sudah berkesankah Ramadhan-mu tahun ini?

 

 

Tidak sedikit candaan orang-orang yang dengan bangganya mengaku telah beribadah tanpa henti selama Ramadhan, dengan menelan mentah penggalan nasihat ‘annaumus soimul ibadah’: tidurnya orang berpuasa itu ibadah. Ya, golongan ini selama Ramadhan bak beruang kutub yang berhibernasi: tidur sepanjang hari. Semoga kita tidak termasuk golongan yang demikian yaa, Sahabat. 🙂

Naaah, bagi Sahabat yang sampai menjelang akhir Ramadhan ini merasa masih belum melakukan hal-hal yang produktif dan positif, mungkin bisa menyimak cerita inspiratif dari para pentolan Tim GPAN Jember yang telah sukses menyelenggarakan acara dengan tajuk “GPAN Jember Goes to TPQ” pada pertengahan Ramadhan kemarin. Dengan mengusung tema Ramadhan yang bertepatan dengan momen liburan sekolah, kebayang kan gimana serunya kegiatan Tim GPAN Jember bersama santriwan-santriwati pecinta Al-Qur’an ini? Kegiatan GPAN Jember Goes to TPQ ini tidak difokuskan pada kegiatan berbagi materi, melainkan berbagi ilmu dan juga pengalaman yang ditujukan kepada santriwan-santriwati Taman Pendidikan Al-Qur’an Madrasah Diniyah Awaliyah Muhammadiyah (TPQ MADAM), Jember.

Dalam kegiatan pengabdian ini, hari pertama diisi dengan tema: “Apa Cita-cita Kamu?” Kenapa harus cita-cita? Alasannya adalah karena sejak dini kita harus menanamkan di dalam hati, apa tujuan yang ingin kita capai, ingin menjadi apa kita di masa depan, supaya tidak terlambat mengarahkan langkah ketika kita sudah dewasa. Respon dari santriwan-santriwati TPQ MADAM sungguh luar biasa. Mereka menuliskan cita-cita mereka dalam secarik kertas, mulai dari cita-cita ingin menjadi tukang ojek—mungkin maksudnya juragan ojek seperti Bos Gojek yang lagi ngetrend, sampai cita-cita ingin menjadi presiden. Apapun cita-cita mereka, tugas kita hanyalah menjadi motivator yang selalu menumbuhkan semangat mereka untuk meraihnya.

Hari kedua pengabdian, bertema “MacaMarita”, 5 menit baca 5 menit bercerita. Tim GPAN Jember memberikan buku kepada masing-masing anak kemudian mereka diminta untuk membaca dan menceritakannya di depan teman-temannya. Lagi-lagi, respon mereka sangat luar biasa. Semua santri antusias ingin bercerita di depan kelas. Tim GPAN Jember mengapresiasi keberanian mereka dengan memberikan reward berupa tanda bintang kepada siapa saja yang tampil di depan. Namun, karena keterbatasan waktu, tidak semua santri mendapat kesempatan untuk bercerita. Naah, kabar baiknya, kegiatan hari kedua ini diliput langsung oleh jurnalis Radar Jember loh, Sahabat. Ini menjadi salah satu ajang promosi dan pengenalan GPAN kepada masyarakat luas. 🙂

Hari ketiga, bertema “Gambita”, menggambar kemudian bercerita. Prosedurnya sama seperti “Mamacarita”, yaitu para santri diminta membaca sebuah buku, kemudian menggambarkan apa yang telah mereka baca pada secarik kertas lalu menceritakannya di depan teman-temannya. Para santri yang berani bercerita di depan kelas diberi penghargaan lagi berupa tanda bintang. Saking antusiasnya dan tak ingin kehilangan kesempatan bercerita, salah satu santri berinisiatif untuk meminta perpanjangan waktu kepada Bu Is, pengajar mereka, agar semua santri dapat mempersembahkan karyanya. Namun, dari berbagai pertimbangan, pengajar tidak dapat mengabulkan permohonan tambahan waktu karena beberapa alasan. Semoga di lain kesempatan Tim GPAN Jember bisa berkunjung lagi, yaa, demi adik-adik yang luar biasa seperti mereka.. 🙂

Hari keempat, hari terakhir pengabdian menjadi hari yang mengharukan. Pada hari terakhir ini, Tim GPAN Jember membuat puppet (wayang), dengan karakter Nobita, Doraemon, Upin Ipin, dan Si Unyil. Inti dari dongeng wayang ini mengisahkan tentang betapa pentingnya membaca. Setelah Tim GPAN Jember selesai bercerita, ada beberapa pertanyaan yang diberikan untuk mengasah kemampuan ingatan para peserta. Setiap santri yang bisa menjawab, diberikan penghargaan berupa tanda bintang. Di penghujung acara, Tim GPAN Jember mengakumulasikan jumlah perolehan tanda bintang oleh masing-masing santri dari hari pertama sampai hari keempat. Hasilnya, diperoleh 9 peserta terbaik berdasarkan jumlah perolehan tanda bintang. 9 peserta terbaik ini diberi penghargaan berupa buku dan pensil yang dibungkus kertas kado cantik dari Tim GPAN Jember. Terakhir, karena kegiatan ini dinilai positif oleh pihak yayasan, Tim GPAN Jember diberi kepercayaan untuk mengagendakan kegiatan lanjutan di TPQ MADAM. Sungguh, ini adalah prestasi yang membanggakan di samping kebermanfaatan yang tak ternilai dengan kata-kata.

Memajukan suatu bangsa bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana. Tetapi sebagai generasi muda yang terpelajar, kita tetap bisa ikut berperan serta dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menjadi penerus bangsa yang berkualitas. Dan hal sederhana lain yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa adalah ikut serta meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa sedini mungkin melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di luar sekolah dan di masyarakat sebagai suplemen bagi pendidikan formal di sekolah. Meskipun sederhana, jika dilakukan dengan niat dan semangat membangun bangsa, tidak akan ada hasil yang sia-sia. 🙂

One Response

  1. […] selanjutnya, Juni 2016, kami mengadakan “Pengabdian Ramadhan” di salah satu Madrasah Diniyah yang bertempat di Masjid Al-Mujtahidin Kalisat. Selama 4 pertemuan […]

Leave a Reply