Nahkoda dan Tiga Peliharaannya

 

Penulis : Della Vitriyani

Pada suatu hari ditengah lautan yang luas dengan angin yang kencang, ada seorang nahkoda yang akan berlayar bersama tiga peliharaannya yaitu tikus, gajah, dan harimau. Tikus yang berbadan kecil, baik hati, dan tidak sombong. Gajah berbadan besar, gagah, dan sedikit sombong. Sedangkan Harimau badannya kuat, pemberani, dan bersifat sombong. Sebelum mereka berangkat…..

Nahkoda                  : “ Tikus, Gajah, harimau kalian semua sudah siap untuk berlayar??”

Gajah dan harimau   : “Siap… Tuan!!!” (Wajah penuh semangat).

Nahkodah                : “Loh, mengapa tikus tidak menjawab pertanyaanku?” (Heran).

Tikus hanya terdiam, lalu tikus bertanya kepada nahkoda…

Tikus                        : “Tuan, Apakah kita akan tetap berangkat dengan cuaca yang seperti ini?” (Wajah yang cemas ).

Nahkoda                  : “Tentu, memangnya mengapa tikus?”

Tikus                        : “Tidak tuan, aku hanya khawatir akan terjadi sesuatu di tengah perjalanan nanti.”

Tiba-tiba harimau dan gajah memotong pembicaraan tikus dan nahkoda…

Harimau                   : “ Bilang saja kau takut kan tikus karna badanmu yang kecil” (dengan sombongnya).

Gajah                        : “Betul itu kata harimau, kau takut ya?” (sambil tertawa).

Tikus                        : “Tidak aku tidak sama sekali takut, hanya aku khawatir dengan keselamatan tuan.”

Kemudian tikus terdiam dan mengalah, nahkoda pun menenangkan suasana…

Nahkoda                  : “ Sudah….. tidak perlu bertengkar. Lebih baik kita berangkat!!”

Harimau dan Gajah  : “ Baiklah, tuan. Mari kita berangkat.”

 

Berlayar pun dimulai,  ditengah perjalanan tiba-tiba badai yang sangat kencang melanda kapal mereka…

Nahkoda        : “Bagaimana ini kapal kita terkena badai?” (wajah yang kebingungan).

Harimau         : “Tidak perlu bingung tuan, aku mampu memperbaiki kapal ini kembali.”

Nahkoda        : “Baiklah, harimau sekarang kau ambilkan aku beberapa kayu untuk memperbaiki        kapal ini” (hatinya sedikit tenang).

Harimau dengan semangat dan bergegas, ia pun langsung melaksanakan perintah tuannya…

Harimau         : “Ini tuan kayu yang tuan minta.”

Nahkoda        : “Ambil lagi harimau!! Karena aku butuh kayu itu lebih banyak.”

Hariamau       : “Baiklah, tuan.”

Setelah beberapa lama Harimau membantu tuannya, harimau pun mulai kelelahan dan kedinginan, akhirnya…..

Harimau         : “Tuan aku sangat lelah…”

Nahkoda        : “Baiklah kau istirahat saja!! Tetapi bagaimana dengan kapal ini?”

Tiba-tiba gajah datang….

Gajah             : “Tenang saja tuan, aku akan membantu tuan.” (rasa percaya diri yang tinggi)

Nahkoda        : “Baiklah… Mari bantu aku untuk memperbaiki kapal ini.”

Gajah             : “Siap tuan… Apa yang bisa aku lakukan?”

Nahkoda        : “Bantu aku mengambil beberapa kayu dan tali untuk menutup lubang ini.”

Gajah             : “Siap laksanakan tuan!!!” (segera bergegas)

 

Gajah sangat bersemangat membantu tuannya, dan gajah merasa bangga karena dia mampu melaksanakan pekerjaan itu dengan baik dibanding harimau, apalagi dibanding dengan tikus yang berbadan kecil itu. Beberapa saat kemudian…

Nahkoda        : “ Gajah bisakah kau mempercepat pekerjaanmu?”

Gajah             : “Bisa, tuan.” (wajah yang lesu)

Nahkoda        : “Kau mengapa gajah terlihat lesu?”

Gajah             : “Aku sudah mulai lelah… tuan” (duduk sambil meletakkan kayu dan tali yang dibawanya)

Nahkoda        : “Baiklah kalau begitu kau istirahat saja.”

 

Nahkoda kemudian memanggil tikus…

Nahkoda        : “Tikus… Oh Tikus!!”

Tikus              : “Iya tuan, ada apa ?”

Nahkoda        : “Bisakah kau membantu aku untuk memperbaiki kapal ini?”

Tikus              : “Apakah aku  tidak salah dengar tuan?”(wajah bingung)

Nahkoda        : “Tidak, memangnya mengapa kau tidak percaya diri?”

Tikus              : “Bukannya seperti itu tuan, aku ini kecil mana mungkin aku mampu membantu tuan.” (Ragu)

Nahkoda        : “Baiklah, aku percaya dengan kemampuanmu tikus… Cobalah!!”

Tikus              : “Baiklah, Tuan aku akan mencobanya.”

 

Lalu tikus melakukan strategi untuk membantu tuannya dengan memanggil teman-temannya untuk berkumpul serta menutup lubang itu bersama-sama karna kelebihan tikus yang tidak takut air, maka mampulah tikus mengatasi masalah yang dihadapi oleh Nahkoda. Pada akhirnya tikus pun berhasil memperbaiki kapal itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply