Menjadi Volunter Tidak Hanya Sekedar Menyebar Kebaikan Saja

posted in: Event, Event Umum, GPAN Pusat | 0

GPAN News—Menjadi Volunter itu bukan untuk menjadi pelayan masyarakat yang menindas diri kita dan atau komunitas kita sendiri dengan berpikir idealis bahwa membantu orang adalah tujuan utama tanpa memikirkan hal-hal lain yang sebenarnya jauh leebih penting.

Paparan tersebut diungkapkan oleh Raka Eka Pramudito, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia saat menjadi narasumber di kegiatan webinar dan upgrading Gerakan Perpustakaan Nusantara (GPAN) Pusat, Jumat (30/07/2021).

Ia Juga mengungkapkan menjadi sukarelawan tidak selalu tentang memberikan waktu dan energi kita, kemudian orang lain mencap Anda sebagai orang baik. Tapi ini tentang bagaimana kita tumbuh dan bagimana kebaikan yang kita berikan kepada orang lain ini akan bertahan lama.

“Karena yang terpenting dalam menjadi pelayan sosial bukan sekedar menyalurkan kebaikan, tetapi diri kita sendiri juga penting untuk dikembangkan, mana mungkin kita bisa menyalurkan kebaikan kalau diri kita atau komunitas kita sendiri tidak ada apa-apa yang mau disalurkan. Uang misalnya, karena untuk membeli buku kita juga membutuhkan uang itu disamping juga kebutuhan lainnya” tambahnya.

Dikisahkan oleh Raka, bahwa Yayasan Pita Kuning sendiri yang merupakan komunitas filantropi bagi anak yang mengidap penyakit kanker tidak bisa hanya berpangku tangan dan bertahan hanya dengan mengandalkan uang donasi, tapi harus pintar-pintar memutarkan uang tersebut agar tidak menjadi uang mati.

Melalui data risetnya Raka mengungkapkan bahwa 15 dari 44 responden mengaku kesulitan mencari daba untuk kegiatan, dan sebanyak 52,3% dari mereka berpikir untuk berhenti atau keluar komunitas sosial yang saat ini ia ikuti.

“bahkan mereka yang dapat mengembangkan dirinya di komunitas tersebut masih berpikir untuk keluar dari komunitasnya. Maka dari itu, dari sini sangat penting untuk kita bisa menempatkan diri sebagai seorang yang profesional dan sebagi seorang volunter,” tuturnya.

Kendati demikian, kita tidak lantas berhenti menjadi volunter dan fokus memikirkan dan mengembangkan diri kita sendiri saja, tapi kita tetap bisa melakukan keduanya dengan menjadi volunter profesional.

“It’s easy  to make a buck. It’s a lot tougher to make a difference,” katannya mengutip dari ungkapan Tom Brokaw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *