Mengulas Wajah Baru Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi

Awal tahun 2020, dunia dihebohkan dengan virus corona yang kini akrab disebut dengan Covid-19. virus tersebut hampir menyelimuti seluruh negara di bumi. Adanya pandemi ini, membuat berbagai negara melakukan pembatasan dalam berbagai aspek melalui pemberlakuan lockdown maupun physical distancing. Penerapan lockdown tentunya berdampak pada berbagai aspek, salah satunya pendidikan.

Hampir 10 bulan lamanya sistem pendidikan di Negara ini berubah 3600  karena pandemi yang sebelumnya berwujud pendidikan konvensional tatap muka guru dengan murid maupun dosen dengan mahasiswa. Tetapi, untuk menimalisir dan memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini, pemerintah menerapkan sistem pendidikan online atau daring. Seluruh civitas akademi dituntut untuk beradaptasi dan mengembangkan inovasi-inovasi sistem Pembelajaran Jarak Jauh [ PJJ ] dalam menghadapi masa pandemi yang kita semua belum tahu kapan berakhirnya.

Berbagai problematika tentu sudah sering kita dengar akibat moda pembelajaran yang masih terasa asing bagi dunia pendidikan di Indonesia. Peserta didik tentu saja menjadi subjek yang paling terdampak dengan adanya perubahan yang terjadi. Tak sedikit siswa yang merasa pembelajaran secara daring ini jauh dari kata efektif. Keluhannya tentu saja mereka tidak bisa memahami secara jelas materi yang diberikan. Para siswa terkendala sinyal yang buruk, kuota atau pulsa, dan gawai yang tidak memadai.

Para wali murid juga mengeluhkan problem yang sama. Pada kondisi ini para orang tua juga banyak yang terdampak dari segi ekonomi seperti diistirahatkan di rumah atau bahkan terdampak Pemutusan Hubungan Kerja [ PHK ] yang akhirnya membuat mereka terkendala untuk memenuhi kebutuhan operasional penunjang sekolah daring seperti penyediaan telepon pintar dan pastinya kuota internet yang memadai.

Sebetulnya problem ini sudah diantisipasi dan ditanggulangi oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dengan pengurangan biaya operasional sekolah dan juga penyediaan kuota internet pendidikan gratis untuk siswa dan mahasiswa. Tetapi, tidak meratanya bantuan tersebut dan ketidaksiapan murid khususnya tingkat sekolah dasar juga sangat mempengaruhi kualitas dan mutu pendidikan saat ini.

 Tak hanya para peserta didik dan orang tua siswa yang merasakan kesulitan akan pendidikan di masa pandemi ini, guru yang merupakan pendidik juga merasa kewalahan karena proses dalam mengembangkan pembelajaran memerlukan keahlian tersendiri dalam menggunakan perangkat komputer atau telepon pintar (smartphone). Tak sedikit guru yang masih belum melek terhadap perkembanan teknologi, sehingga menghambat dalam proses PJJ.

Memang, jika kita melihat dari sisi positif, pandemi ini bisa menjadi momentum untuk wajah pendidikan kedepan untuk menyiapkan generasi penerus bangsa dalam pengetahuan teknologi sebagai penunjang pembelajaran karena seperti yang kita tahu masih banyak anak-anak dan tenaga pengajar yang “gagap teknologi”.

Secara umum, permasalahan mendasar dari proses PJJ ini adalah ketersediaan infrastruktur dan kualitas pendidikan. Kesiapan sarana dan prasarana, standar hasil pembelajaran yang masih rancu, dan ketersediaan konektivitas seperti jaringan internet dan gawai yang memadai menjadi hambatan utama.

Jangankan jaringan internet untuk mengakses pembelajaran jarak jauh, masih banyak pelajar di pelosok negeri ini yang belum mendapatkan akses listrik. Kualitas pembelajaran jarak jauh ini juga menjadi sorotan. Kurangnya interaksi antara murid dan guru di masa pandemi menjadi salah satu penyebab yang dikhawatirkan dapat memperburuk kualitas pendidikan.

            Dibalik problematika pendidikan di masa pandemi ini, muncul secercah harapan dan juga perbaikan kurikulum khusus masa pandemi yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan yaitu sekolah dan universitas sudah diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran face to face lagi tetapi tetap memperhatikan dan mematuhi protocol kesehatan seperti memakai masker dan penerapan rolling jadwal masuk tiap siswa. Hal ini adalah keputusan yang cukup baik terlebih juga vaksin Covid-19 sudah didatangkan untuk memutus penyebaran virus ini.

            Terakhir, harapan kita semua agar kondisi di negara ini segera pulih dan virus Covid-19 segera bisa teratasi sampai tuntas.

Ditulis oleh Al yang kebetulan sedang jadi buruh di GPAN Mojokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *