Kisah di Kota Tahu Kediri : Romantisme di Balik Tragedi

Sebelum pandemi dan pembatasan sosial melanda negeri ini, beberapa agenda dilakukan oleh Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara Regional Mojokerto yaitu Sambang Regional . Seperti kegiatan yang pernah juga diulas sebelumnya yaitu Sambang Regional. Jika sebelumnya kita berkesempatan hunting ke GPAN Regional Lamongan, berselang 1 minggu kemudian sekitar tanggal 07 Maret 2020 kami meluangkan waktu mengunjungi GPAN Regional Kediri. Sebenarnya agenda awalnya kami bertujuan untuk mengambil donasi buku buku dari salah satu sekolah tingkat menengah di Kediri yang berhasil dihimpun oleh salah satu anggota GPAN Regional Mojokerto yaitu Kak Hilda. Tetapi, berhubung di waktu yang sama GPAN Regional Kediri juga sedang mengadakan kegiatan Malam Keakraban Anggota Baru, jadi hitung-hitung sekalian bersilaturahmi sekaligus “membalas” kunjungan mereka ke kota kami 1 bulan sebelumnya.

Kunjungan GPAN Kediri ke Mojokerto sebelumnya

Pada mulanya, kami akan berangkat pagi sekitar jam 07.00 WIB agar bisa berlama lama disana. Namun, seperti tradisi di semua tempat, rencana itu hanya sebatas rencana karena beberapa orang ketiduran sampai pagi. Tidak berhenti disitu, mobil pinjaman yang mau kita tumpangi juga bermasalah di rumah si empunya. Setelah melakukan banyak diskusi apakah tetap memakai mobil atau berganti haluan naik sepeda motor, akhirnya kami memutuskan untuk tetap memakai mobil tersebut dengan mengambil resiko nantinya.

Pada akhirnya, kami berangkat bertujuh . Tiga perempuan dan empat laki-laki tampan. Siapa saja? Perempuan terdapat Vidia, Hilda dan Bintuls [nama panggilan]. Sedangkan kaum adam terdapat Mas Dhani sebagai driver, Mas Bima, Mas Gaguk dan saya sendiri.

Setengah jam perjalanan awal cukup mulus diselingi oleh musik,nyanyian dan guyonan receh dari teman teman. Kemudian tidak disangka, ketika baru sampai di Pertigaan Pasar Mojoagung mobil kami MOGOK tidak mau jalan sama sekali sampai di klakson oleh mobil-mobil dibelakang. Sesuai dengan ketakutan kita sebelumnya. Ya akhirnya terpaksa kita mendorong ke pinggir jalan bersama-sama. Setelah banyak percobaan untuk menghidupkan mesin, tetap hasilnya sama. Akhirnya kita dengan dibantu orang sekitar mendatangkan montir di daerah tersebut. Hampir 1 jam akhirnya mesin mobil berjalan kembali walaupun dengan rasa waswas terhadap resiko mogok kembali.

Setelah hampir satu jam lebih perjalanan dan diselingi oleh mabuk daratnya Mas Gaguk , akhirnya kita sampai di Taman Baca Omah Wacan di Kec Puncu Kota Kediri yang menjadi tempat utama Malam Keakraban GPAN Kediri. Sesampainya di tempat, kami berdiskusi dan mengobrol tentang jalannya kegiatan tersebut bersama anggota GPAN Kediri dan Ketua Umum GPAN Pusat Mas Anam. Setelah itu kami makan bareng dan dilanjutkan penutupan kegiatan Makrab tersebut. Setelah itu kami berpamitan kepada semua anggota GPAN Regional Kediri untuk menuntaskan tujuan utama kami sebelumnya.

Hunting GPAN Mojokerto di Makrab GPAN Kediri

Setelah perjalanan 1 jam, sampailah kami di rumah indekos Hilda untuk mengambil barang donasi yang ternyata sangat banyak hampir 7 kardus seukuran televisi. Karena cuaca di sore itu sedang mendung layaknya nasib para buruh di negeri ini, kami segera bergegas menaikkan kardus buku ke mobil. Tidak disangka dan tidak diduga, mobil kembali MOGOK. Kita langsung mencoba untuk memperbaiki dan mendorong mobil agar memancing mesin berjalan kembali, tetapi naas, keadaan masih sama. Kemudian datanglah bala bantuan berupa Ketua GPAN Kediri yaitu Bayu untuk mencoba memperbaiki. Tetapi tetap sama. Akhirnya setelah banyak perdebatan, mobil tersebut kita dorong ke bengkel mobil ditemani dengan gerimis hujan yang mulai turun.

Selagi mobil diperbaiki, beberapa orang diajak pergi ke basecamp GPAN Kediri yaitu Taman Baca Puri Anjali untuk beristirahat sedangkan beberapa orang menunggu mobil di bengkel. Setelah hampir 2 jam mobil akhirnya selesai diperbaiki, kami diajak makan bareng bersama Mas Anam dan lainnya di Warung Wagu yang katanya sih café hits dan paling ramai di Kota Kediri. Kehabisan tenaga karena beberapa tragedi sebelumnya, kami akhirnya memutuskan untuk menunda kepulangan di pagi hari setelahnya dan menginap di Basecamp yang cukup mewah bagi kami. Ya akhirnya tanpa hambatan seperti hari kemarin, kami sampai di kampong halaman dengan selamat.

Sudah ya ulasan cerita kami di kota tahu Kediri. Walaupun banyak tragedi di hari tersebut, banyak terselip hikmah yaitu mempererat persaudaraan di antara kami. Tidak lupa juga saya haturkan terima kasih untuk GPAN Kediri yang menyambut dan membantu kami di hari itu. Satu lagi, ada dokumentasi video yang dibuat oleh Mas Gaguk yang bisa kalian lihat. Selamat Menonton!

Dokumentasi Hunting GPAN Mojokerto ke Kota Tahu Kediri

Ditulis oleh Al yang kebetulan saat itu juga ikut mendorong mobil yang mogok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *