Jadi Fasilitator Juga Motivator Literasi Hingga Pelosok Negeri

posted in: GPAN Regional Malang | 0

Malang – GPAN, Berpegang pada prinsip sebagai penyedia sumber bacaan dan fasilitator belajar untuk anak-anak agar mempermudah mereka dalam memperoleh wawasan dan informasi, Pengurus Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara (GPAN) regional Malang fokus tingkatkan literasi di desa pedalaman dan panti.

“Sebab di sana, anak pondok/panti relatif sering dapat pelajaran agama dan mereka juga kesulitan mendapatkan tambahan buku bacaan,” ungkap Bagus Budiyantono, Ketua GPAN regional Malang, Jumat (23/04/2021).

Dengan menpertahankan realisasi pembentuk-berdayaan mini perpus (Perpustakaan khusus di panti/pondok), peran GPAN Malang dalam hal ini membantu memberikan tambahan buku bacaan serta upaya memberdayakan dan menumbuhkan minat baca anak secara fundamental sejak dini.

Salah satu kegiatan tahunan GPAN Malang yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak di panti baru-baru ini adalah kegiatan Pesantren Ramadan (Pesram).

Sabtu, 17 April 2021 (lalu), tawa ceria anak-anak menggema di bawah temaramnya senja Panti Asuhan Anak Yatim Karangploso, Malang. Bermain dan belajar Bersama para pegiat literasi GPAN Malang, seakan membuat anak-anak lupa akan rasa lapar dan dahaga yang ditahan seharian saat puasa.

Kegiatan buka bersama yang dikonsep dengan berbagai kegiatan yang mengedukasi itu disambut meriah dengan anak-anak panti, karena mereka tidak monoton hanya belajar saja, kegiatan tersebut diselingi dengan lomba-lomba dan pemberian donasi pada anak-anak yang mampu menambah keceriaan mereka di sela kejenuhan belajar dan menghafal
Al-Qur’an.

“Keceriaan mereka terlihat sewaktu game, mereka sangat antusias, terlebih tempat ini memang jarang tersentuh oleh komunitas sosial,” tambahnya.

Mereka yang notabene berlatar belakang penghafal al-Quran sangat serius mendengarkan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Wirayudha Mahendra, mengenai pentingnya bersahabat degan Al-Qur’an, dan tingkatan surga yang didapat bagi penghafal Al-Qur’an yang lurus.

Yang menarik dari sini, saat ustaz Yudha panggilan akrabnya memberikan hadiah sorban dari arab kepada anak dari panti, mereka begitu antusias bukan karena nilai dan tempat beli sorbanya, melainkan karena berkah yang ingin mereka peroleh dari sorban tersebut.

Setelah itu mereka disuruh maju untuk menceritakan kesimpulan yang mereka ambil dari kegiatan tersebut, mereka terlihat malu-malu mungkin karena jarang berbicara di depan umum. Mereka menyampaikan betapa senangnya mereka bisa mendapatkan materi yang sejalan dengan proses yang mereka jalani saat ini, yaitu menghafal Al-Qur’an.

“Dari situ kami semua, pengurus GPAN juga merasakan banyak hikmah dari penyampaian sederhana itu, yang mengajarkan kepada kami akan pentingnya bersahabat dengan Al-Qur’an dan menilai sesuatu pelajaran berharga berupa manfaat  ilmu  dari apa yang ia katakan bukan siapa yang mengatakan,” tambah Bagus, sapaan akrab ketua GPAN Malang tersebut.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu memberikan pengalaman spiritual kepada kita dan anak-anak dan agar lebih spesifik memiliki andil program pada bulan Ramadan.

Selain kegiatan Persam itu, kegiatan lain yang berfokus pada pemberdayaan perpustakaan mini di panti asuhan/asrama adalah kegiatan Bocah Pustaka (Bopus) yang terakhir dilakukan bulan Maret lalu. Kegiatan rutin yang diadakan setiap akhir pekan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian GPAN Malang, yang diharapkan mampu membantu meningkatkan literasi dan memperluas pengetahuan anak-anak serta untuk meningkatkan literasi di Indonesia.

Mengapa kini literasi itu sangat penting, khususnya bagi anak-anak? karena segala sesuatu, khususnya di zaman ini membutuhkn data. Banyak orang yang pintar namun hanya sediktik dari mereka yang faham. Maka, konotasi pentingnya membaca ini tidak hanya sebatas untuk mengetahui sesuatu/ilmu. Tapi juga mengetahui esensi dan hikmah dari ilmu pengetahuan. Dimana biasanya orang yang semakin tinggi ilmunya maka akan lebih bisa mengontrol emosi dan adabnya dalam berkehidupan.

“Nah, karena minimnya sumber bacaan dan fasilitas yang mereka miliki untuk itu, maka tugas kita ialah sebagai fasilitator sekaligus motivator untuk terus mendorong mereka agar selalu berliterasi, belajar dan mengamalkan,” pesannya menutup pembicaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *