Giat Gerak Loverary

posted in: GPAN Regional Malang, Kegiatan | 0

(Membangun Sinergi Antar-Komunitas untuk Generasi Aktif Kreatif )

Oleh: Dwi Isnaeni K

“Kami perlu kamu untuk menjadi kita. Kita harus menyadari bahwa ada orang lain dalam diri kita.” (Andi Kodok – Gubuk Baca Lentera Negeri)

 

Acara pembukaan dalam Giat Gerak Loverary

                 Untuk menjadikan generasi aktif dan kreatif melalui komunitas, perlu adanya sosialisasi. Salah satunya adalah kegiatan Giat Gerak Loverary ini yang tidak membatasi diri hanya dalam satu komunitas saja, melainkan mengajak peran aktif dengan berbagai komunitas yang ada di Malang. Termasuk GPAN (Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara)regional Malang, yang berkesempatan turut serta dalam acara talkshow di Perpustakaan Kota Malang, Minggu (5/6/2016).

                    Suasana kegiatan talkshow berlangsung meriah dengan adanya pameran lukisan, foto, karya tulis, dan kerajinan hasil dari sebagian komunitas yang berbasis seni di Malang seperti Tabrak Warna, Komunitas 62 Project, SHO dan masih banyak lagi. Acara juga semakin meriah dan penuh gelak tawa dengan adanya game teater, dimana sutradara dan pemeran dipilih secara langsung dari peserta perwakilan berbagai komunitas.

Pameran dan galeri seni dalam kegiatan Loverary

 

Pameran dan galeri seni dalam kegiatan Loverary

 

Acara inti yaitu talkshow dengan pembicara Andi Kodok dan rekannya dari Gubuk Lentera Negeri. Talkshow ini dikemas tidak seperti biasanya. Mereka memberikan kesempatan kepada semua komunitas untuk memperkenalkan masing-masing komunitasnya bergerak di bidang apa. Tak hanya memperkenalkan, tetapi juga menunjukkan dan saling berbagi keunggulan komunitas masing-masing. Para peserta terlihat antusias serta berbaur dengan komunitas-komunitas lainnya, berbagi pengalaman tentang komunitasnya masing-masing sampai pada tantangan, hambatan yang sering dialami dan bagaimana cara memecahkan masalah yang dihadapi oleh sebuah komunitas.

Diantaranya, terdapat komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial seperti Gubuk Baca Lentera Negeri, Teropong, Umengajar, Kampung Sinau, yang rata-rata terbentuk atas dasar minimnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan dan kurangnya askes dalam memperoleh pendidikan. Selain itu, dengan melihat banyaknya perilaku anak-anak yang kurang baik, atau dapat dikatakan nakal sehingga minat dalam belajar dan membacanya sangat kurang, hal ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi pemuda yang peduli dengan pendidikan anak-anak khususnya di daerah pedesaan atau pedalaman yang masih tertinggal atau pinggiran kota.

Dalam praktiknya, mendorong anak-anak yang kebanyakan masih sulit diajak belajar dan gemar membaca tidaklah gampang. Kita perlu bersinergi dan aktif bergerak. Hal yang terpenting adalah memberikan teladan, tidak pantang menyerah. Terlebih ketika mengajak anak untuk gemar membaca, perlu diberikan pancingan berupa permainan menyenangkan seperti outbond dan permainan-permainan menarik.

Nah, lebih lanjut mengenai progam-progam yang telah dilaksanakan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan antara lain dengan cara pendirian perpustakaan, taman baca, gubuk cerita, mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan guru, dan pelatihan skill menggali minat dan bakat anak-anak.

Dalam hal ini rekan-rekan juga diajak sharing mengenai apa perbedaan perpustakaan dengan taman baca. Jika dilihat dari fungsinya, perpustakaan dan TBM memang sama. Hanya saja taman baca memang lebih bervariasi dibandingkan perpustakaan. Kita mungkin sudah mengetahui, dalam suatu perpustakaan sering diberlakukan peraturan-peraturan dan prosedural yang harus dilaksanakan. Karena memang perpustakaan suatu instansi resmi dari pemerintah yang ada anggarannya secara resmi. Lain halnya dengan taman baca. Lembaga ini memang bisa dikatakan lembaga swasta yang tidak harus ditangani oleh seseorang yang ahli perpustakaan. Siapapun yang berminat, bisa mendirikan dan mengelola TBM ini.

Dari permasalahan yang terjadi di atas, GPAN harus bisa menjawab. Perpustakaan harus ada dan TBM pun wajib diselenggarakan, karena memang keduanya mempunyai peranan yang sama meski ranahnya sedikit berbeda. Jika Gubuk Lentera Negeri memiliki TBM yang bernama “Gubuk Cerita”, GPAN memiliki target dalam satu periode kepengurusan mendirikan TBM bernama “Istana Buku” yang pendiriannya masih dalam proses binaan di tempat-tempat yang membutuhkan pemberdayaan dalam hal pendidikan.

Peserta Perwakilan GPAN Regional Malang

 

Kegiatan Giat Gerak Loverary ini banyak sekali memperkaya wawasan dan memperkenalkan kita kepada komunitas dengan berbagai bidang yang ada di Malang sehingga akan memudahkan kita dalam menjalin kerjasama nantinya. Tuhan menciptakan kita sebagai mahkluk sosial, sehingga kita tidak akan bisa hidup sendirian. Begitupun dengan komunitas GPAN kita sekarang ini yang masih sangat membutuhkan komunitas lainnya untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam meningkatkan progam secara berkelanjutan sesuai dengan tujuannya.

Bagi yang ingin pengetahuannya bertambah, maka sering-seringlah bertanya. “Malu bertanya kepandaian tak akan didapatkan”. Jadi, dengan bergabung dengan komunitas dan aktif bergerak mengikuti kegiatan positif, kita akan mendapat berbagai keuntungan, bisa berpromosi, berbisnis, menambah teman, dan ilmu pengetahuan.

Semoga dapat memberi bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *