Bahasa Sasmita dari Burung-Burung Manyar

posted in: Esai, GPAN Regional Jogja | 0

Oleh : Naufal Wiratama Bahasa sasmita merupakan pertanda-pertanda yang tertangkap maknanya oleh seseorang yang peka perasaannya. Membaca bahasa sasmita bermakna pula tadabbur terhadap ayat-ayat Kauniyah-Nya (keadaan alam). Membaca bahasa sasmita bermakna pula kontemplasi terhadap ayat-ayat Insaaniyah-Nya (keadaan sosial). Ayat-ayat Qur’aniyah-Nya … Continued

Matematika Sulit

posted in: Esai, GPAN Regional Jogja | 0

Oleh : Iis Mardhiyanti Ya, sebagian manusia yang telah menginjak bangku sekolah ataupun yang tidak merasakan bangku sekolah menganggap bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Pelajaran yang membingungkan dan membuat pusing. Tetapi karena itulah yang menurut saya bahwa matematika itu … Continued

Bersama Perkataan ada Kekuatan

posted in: Esai, GPAN Regional Jogja | 0

Oleh: Ma’rifatun Nisa   Benar apa yang sering kita dengar, bahwa lidahmu adalah harimaumu. Lidah bisa membunuh siapa saja yang tidak hati-hati menggunakannya. Sembarangan bicara, asbuny (asal bunyi), seenaknya sendiri, dan sering tanpa filter pada pengucapannya. Terkadang manusia sering menyepelekan … Continued

Sepenggal Cerita dari Seorang Surveyor

posted in: Esai, GPAN Regional Jogja | 0

Oleh: Wilda Fathoni Romansa Konservasi Apa jawaban kebanyakan anak-anak saat ditanya jenis pekerjaan yang mereka inginkan saat dewasa kelak? Jawaban klise yang pasti kudengar adalah dokter, pilot, polisi, pengusaha, artis dan dokter. Sangat jarang atau bahkan tidak ada seorang pun … Continued

Menulis: Mengabadikan Ide, Melawan Ego Sang Idealis

posted in: Esai | 0

Oleh: Retno Purwa Menulis/me·nu·lis/ v 1 membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya): 2 melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Kutipan di atas diambil dari KBBI online (http://www.kbbi.web.id). Dua pengertian tersebut setidaknya … Continued

Pemuda: Katalisator Pendidikan Masa Kini di Kampung Sendiri

posted in: Esai | 0

Oleh: Khuswatun Hasanah (Mahasiswa S2 Ilmu Politik UI) “Bukankah tidak ada yang lebih suci bagi seorang pemuda daripada membela kepentingan bangsanya?”    Cuplikan kutipan yang dikemukakan Pramoedya Ananta Toer pada bukunya yang berjudul “Di Tepi Kali Bekasi” tersebut agaknya menohok kerongkongan para … Continued

1 2 3 4 5