Percayalah! Aku Keturunan Orang Indonesia

posted in: Cerpen | 0

Oleh : Lu’lu’ il Maknun Anggota TIM PM GPAN Kepanjen “Aku memiliki kakek di Indonesia” kata Gunavatta di depan kelas. Seluruh siswa yang hampir terlelap dalam kebosanan seketika terkejut mendengar kata-kata itu disebut. Dan beberapa siswa tertawa, lalu diikuti oleh … Continued

Pov Aku

Aku duduk di sisi lelaki dengan jaket biru langitnya. Menyuguhkan senyum terbaik yang bisa kuberikan. “Maaf aku lupa kalau sekarang kamu lagi mode gampang lupa balesin chat, Sayang. Ahh iya sama lagi mode males ngetik chat juga. Hahaha,” tawa palsuku. … Continued

Hujan Purnama di Tambakrejo

Sebuah cahaya redup keluar dari jendela matanya. Bulan yang menerangi malam gelap seolah menjadi prioritas dalam hidupnya. Sudut-sudut kampung, lekukan jalan, rumah hunian dan secuil daratan terslimuti air laut, yang entah tersebab apa daratan itu berubah. Desa Tambakrejo-lah harapan yang … Continued

Cahaya di Serambi Makkah

posted in: Cerpen | 0

Seuntai harapan tekad yang arif dibalut oleh restu orang tua, pemuda berparas kulit Eropa, bermata cina, bermaksud untuk merantau ke Aceh. Ghafar, pemuda Semarang ini bersigap membawa tas ransel dan kopernya dari kamar, ke luar rumah untuk merantau. “ Bu..Pak, … Continued

YUK NABUNG BUKU

posted in: Cerpen, Esai | 0

Oleh: Imam Arifa’illah Syaiful Huda Investasi terbaik adalah investasi pengembangan potensi diri. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh semua orang untuk mengembangkan potensi diri, Salah satunya dengan asupan pengetahuan dari bahan bacaan seperti buku. Buku menjadi sumber pengetahuan yang berharga … Continued

KISAH KECAMBAH

KISAH KECAMBAH Ketika kurasakan hangat mentari untuk pertama kalinya, saat itu pula kusadari, aku muncul di muka bumi ini tak seorang diri. Dalam sebuah gelas plastik bekas air mineral ini ada tunas kecil lain, sama seperti diriku, dari sebiji kacang … Continued

P U L A N G .

posted in: Cerpen | 0

Oleh: Retno Purwa Menjelaskan adalah pekerjaan yang paling tidak kusukai belakangan. Kau tentu tahu alasannya. Ya. Aku masih sangat tidak ingin berbicara serius tentang apapun. Termasuk ‘kamu’. Bagiku, segala sesuatu yang telah selesai tak perlu diingat. Dikenang boleh tapi sesekali … Continued