Branding Diri dengan Literasi: tanpa Literasi Sama Halnya dengan Berjudi

Sumber Gambar: meenta.net

Melakukan segala hal dalam hidup ini tentu ada kaidah dan aturan yang mendasarinya. Contoh kecilnya saja seperti cara makan yang baik dan benar. Tentu semuanya berdasarkan pada aturan yang bersumber dari ajaran terpercaya seperti syariat agama dan aturan kesehatan. Semua aturan yang baik dan benar tersebut lantas dituangkan dalam lembaran-lembaran kertas yang disebut dengan ‘buku’. Dari sini dapat diambil sebuah arti bahwa dunia literasi tidak hanya soal bagaimana seseorang bisa menulis dan menuangkan idenya dalam sebuah tulisan akan tetapi juga soal membaca sebuah sumber yang akan menjadi prinsip tatanan hidup.

Seseorang yang melakukan sebuah tindakan tanpa didasari pada sumber literasi yang dibenarkan, maka sama halnya ia melakukan sebuah undian atau perjudian. Dalam hal ini, tindakannya tidak disertai dengan usaha mencari kebenaran dalam melakukan suatu hal dan mengundi nasib hasil akhir dari apa yang ia lakukan tersebut. Orang lain yang paham dengan dunia literasi mungkin akan berfikir bahwa orang sejenis ini adalah orang bodoh yang berkedok sebagai seorang pemimpin. Entah itu pemimpin untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Bagi pelajar milenial, kata literasi sudah bukan menjadi istilah asing yang perlu dipelajari. Tidak sedikit saat ini pelajar yang ikut andil dalam kemajuan literasi Indonesia. Segala hal yang berbau literasi tidak melulu mengenai hal yang dipelajari, lantas enggan untuk dibagi. Lebih dari itu, kaum milenial harus punya jiwa dan tatanan hidup yang kuat dengan dasar literasi. Mengapa demikian?, sebab jawabannya adalah hidup tanpa literasi sama halnya dengan berjudi.

Sebaliknya, orang yang selalu mendasari tindakannya dengan sumber literasi yang dibenarkan maka ia bisa menciptakan brand dirinya sendiri sebagai orang yang berilmu. Secara tidak langsung orang lain juga akan memandangnya sebagai sosok pemimpin yang bijaksana dalam setiap tindakannya. Setiap tindakan yang diambilnya juga mencerminkan kepatuhan sebagai seorang hamba yang senantiasa berikhtiar dalam melakukan kebenaran. Dari sini branding diri terhadap literasi bisa terbentuk secara alamiah.

Mengembangkan brand diri dan menata hidup dengan dasar literasi sangat penting untuk diaplikasikan dan ditanam sejak dini. Tidak terkecuali bagi para pelajar milenial. Bisa dibilang wajib hukumnya menerapkan literasi dalam setiap tindak laku kehidupan pada pelajar tersebut. So, masih mau dibilang pelajar candu judi? Tentu enggak kan? Mulai dari sekarang mari galakkan kegiatan literasi. Entah itu dalam skala kecil atau bahkan dalam skala besar.

Setidaknya mulailah dari menata diri sendiri dengan mulai menerapkan kegiatan literasi kecil-kecilan di rumah. Syukur-syukur bisa turut menjadi inspirasi keluarga untuk turut serta mencintai dunia literasi.

Ditulis oleh: Vivi Ayu Setiawati, GPAN Regional Lamongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *