Bimbel Konvensional VS Bimbel Online, Pilih Mana?

Berkembangnya teknologi dan komunikasi yang semakin maju saat ini membuat perubahan di berbagai hal yang membutuhkan aktivitas menjadi lebih praktis. Perubahan teknologi tersebut menyasar semua bidang kehidupan termasuk pendidikan, kemajuan literasi atau bahkan sistem belajar mulai dari sistem pembelajaran di sekolah dan pendidikan tambahan di luar sekolah/bimbel.

              Bimbingan belajar (bimbel) menurut Wikipedia.com diartikan sebagai proses bantuan yang diberikan kepada peserta didik demi membantu mengembangkan potensi dan meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal. Melalui bimbingan belajar, siswa senantiasa akan dipantau agar memiliki keterampilan dalam menghadapi evaluasi belajar dan menguasai teknik belajar yang efektif. Selain itu, bimbel adalah hal yang lumrah diikuti para siswa sekolah untuk menutup ketertinggalan nilai dan mencapai nilai yang memuaskan di sekolah. Para siswa biasanya akan ramai-ramai menggunakan jasa bimbel ketika masa Ujian Nasional sudah dekat.

              Kita sebelumnya lebih mengenal tentang bimbel konvensional yang sejak dulu hingga kini banyak kita temui di sekitar kita. Menjamurnya jasa bimbingan belajar seperti Primagama, Ganesha Operation, Nurul Fikri dll bisa sering kita temui baik di kota-kota besar maupun kota-kota kecil.

Bimbel Konvensional Vs Bimbel Online, Pilih Mana?

              Apa sih bimbel konvensional? Bimbel konvensional adalah jasa belajar di luar sekolah yang dilakukan secara tatap muka langsung dengan pengajar atau tutor di dalam ruang kelas yang disediakan oleh pemilik jasa bimbel. Bimbel konvensional mungkin memiliki kelemahan pada terbatasnya waktu belajar yang biasanya dilakukan sekitar 1 hingga 3 jam per hari, dengan satu pengajar dan 5 hingga 10 orang siswa. Hal ini tentu saja bisa disiasati dengan sering konsultasi dengan tutor atau guru di sekolah. Namun karena kesibukan guru, akhirnya siswa agak kesulitan untuk mendapatkan jadwalnya.

              Namun, beberapa pemilik platform maupun  start up online secara berinovasi menutupi kekurangan dari bimbel konvensional dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memenuhi kebutuhan jasa belajar anak di seluruh Indonesia yang semakin meningkat. Mereka menemukan solusi agar bimbel bisa diikuti dimanapun dan kapanpun berada, yaitu menciptakan Bimbel Online. Menjamurnya perusahaan start up pendidikan atau bimbel online menawarkan kemudahan untuk mendapatkan jasa belajar yang lebih mudah. Melalui bimbel online, siswa bisa belajar tanpa perlu mendatangi lokasi bimbel, dan memilih jadwl bimbingan sesuai waktu luang yang dimiliki.

Lebih baik mana antara Bimbel Konvensional dengan Bimbel Online?

              Jika kita melihat dari segi efisiensi waktu dan tempat, bimbel online jelas memiliki kelebihan karena dengan bimbel online siswa lebih praktis untuk mengikuti tanpa ada batasan waktu. Belajar bisa dilakukan dimana dan kapan saja, menggunakan aplikasi yang telah diunduh di gadget masing-masing. Para murid sendiri yang menentukan waktu belajar sendiri serta pelajaran bisa diulang-ulang karena materi sudah ada di aplikasi, tinggal klik materi yang dibutuhkan, klik vidio dan siap untuk belajar. Sedangkan bimbel konvensional berpotensi menyita waktu para murid, apalagi sekarang sebagian besar sekolah sudah memakai sistem “Full Day School”. Sejak pagi anak sudah berangkat sekolah dan di sore hari atau malamnya belajar tambahan di tempat bimbel. Hal ini tentunya akan menguras tenaga hingga membuat anak kehilangan konsentrasi dalam belajar.

              Secara harga? Harga yang ditawarkan oleh bimbel online lebih menggiurkan daripada bimbel online. Beberapa bimbel online yang popular di Indonesia seperti Ruangguru, Zenius Education, dan Quipper. Ruangguru misalnya, menawarkan tarif dari 800 ribu hingga 1,5 juta untuk Ruanglesonline tempat bertanya dengan tutor secara personal) dan memakai vidio,kuis,latihan soal dan modul bimbel. Harga tersebut tergantung durasi paket dan jenjang pendidikan. Jika dibandingkan dengan bimbel konvensional seperti Primagama, Ganesha Operation sudah pasti lebih terjangkau. Bimbel konvensional biasanya mulai dari harga 5 juta hingga 15 juta sesuai paket dan jenjang pendidikan.

              Kendati demikian, menurut penulis jika dilihat dari sisi efektif dan kualitas output antara bimbel konvensional dan bimbel online bisa diperdebatkan. Walaupun harga bimbel konvensional lebih mahal, tetapi bimbel ini masih menjadi pilihan utama murid dan orang tua karena para anak-anak bisa bertanya secara langsung tentang materi dan tutor tahu betul bagaimana karakter siswanya di dalam kelas, sehingga metode pengajaran disesuaikan dengan kemampuan siswa. Siswa juga dapat bertukar pikiran tdak hanya dengan pengajar, namun juga dengan siswa lainnya dan membentuk jiwa sosialnya. Kemampuan softskill tentu lebih bisa terasah dengan adanya diskusi hingga interaksi di dunia nyata. Masih banyak orang tua yang lebih memilih bimbel konvensional selama kualitas pendidik yang ditawarkan membantu anak mendapat nilai terbaik. Orang tua juga sering berujar “ Mahal atau tidak relatif. Mahal tapi efektif, pasti orang tua juga akan membelinya,”

“Lalu, mana yang lebih baik?

              Jawabannya adalah tergantung. Kedua pilihan bimbel tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Semuanya tergantung pada metode belajar yang cocok, apakah tipe orang yang harus belajar dengan tatap muka, atau melalui vidio saja juga sudah cukup? Itu semua individu sendiri yang dapat mengetahuinya.

Sumber : https://cnnindonesia.com

https://kompasiana.com
https://goglobal-language.com

Penulis : Al ( Seseorang yang kebetulan ikut GPAN Mojokerto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *