Belajar Memahami Hidup dari Anime Naruto Uzumaki Naruto adalah Kita !!!

Semua orang di masa kecilnya mungkin pernah menonton dan menyukai kartun – kartun yang dulu sering ditayangkan di televisi swasta terutama kartun asal negeri matahari terbit Jepang yang sering disebut anime. Begitu juga dengan saya. Saya teringat ketika masih menginjak tingkat sekolah dasar, seringkali menghabiskan hari minggu pagi untuk berdiam dan menunggu antrian kartun yang terjadwal dari jam 6 pagi sampe jam 10 pagi. Mulai dari kartun seperti Doraemon si kucing gemuk, Pokemon bersama jurus-jurusnya atau Captain Tsubasa yang membuat semua anak lelaki ingin menjadi pemain sepakbola layaknya Tsubasa dan teman duetnya Taro Misaki. Begitu juga dengan sang penulis.

            Banyak anime yang sudah kutonton, tetapi yang paling berkesan adalah ketika saya mulai menginjak tingkat sekolah menengah pertama. Saya diperkenalkan oleh teman saya kala itu, anime yang bisa dikatakan sangat panjang dan baru berakhir ketika saya berkuliah yaitu anime Naruto & Naruto Shippuden. Sekilas anime Naruto ini tak ubahnya anime-anime Jepang lainnya. Bercerita tentang perjalanan hidup seorang ninja bernama Uzumaki Naruto, yang memiliki impian untuk menjadi seorang pemimpin desa atau Hokage walaupun diselepekan dan dihina karena latar belakang masa lalunya. Serial ini menampilkan adegan pertarungan banyak shinobi dengan aneka jurus masing-masing dalam perjuangan mereka untuk mewujudkan mimpi masing-masing.

Naruto & Team

            Banyak anime yang sudah kutonton, tetapi yang paling berkesan adalah ketika saya mulai menginjak tingkat sekolah menengah pertama. Saya diperkenalkan oleh teman saya kala itu, anime yang bisa dikatakan sangat panjang dan baru berakhir ketika saya berkuliah yaitu anime Naruto & Naruto Shippuden. Sekilas anime Naruto ini tak ubahnya anime-anime Jepang lainnya. Bercerita tentang perjalanan hidup seorang ninja bernama Uzumaki Naruto, yang memiliki impian untuk menjadi seorang pemimpin desa atau Hokage walaupun diselepekan dan dihina karena latar belakang masa lalunya. Serial ini menampilkan adegan pertarungan banyak shinobi dengan aneka jurus masing-masing dalam perjuangan mereka untuk mewujudkan mimpi masing-masing.

            Sebagai penggemar berat serial manga karya Masashi Kishimoto ini, saya rutin mengikuti perkembangan film dunia maya. Setelah sekian lama mengikuti jalan ceritanya, saya menyimpulkan bahwa Naruto bukan sekadar film kartun biasa. Banyak nilai-nilai moral di dalamnya yang (sebenarnya) dapat kita pelajari atau bahkan menjadi inspirasi di dunia nyata. Pesan luhur tersebut tersimpan rapi dalam penokohan karakter maupun penggalan cerita serial Naruto. Banyak hal positif dan pelajaran hidup yang bisa kita ambil dari serial anime Naruto ini yang relate dengan kehidupan nyata sang penulis yaitu :

  • Belajar Sikap Pantang Menyerah dari Uzumaki Naruto
Sikap Pantang Menyerah dari Uzumaki Naruto

                       Karakter sang lakon utama Uzumaki Naruto bukanlah seseorang yang sempurna atau memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sangat hebat. Dibalik mimpinya menjadi seorang Hokage, dia sering diselepekan oleh warga desa karena dicap bodoh dan penganggu yang sering mengacaukan wilayah desa. Belum lagi ditubuhnya bersemayam Kyuubi atau rubah bereekor Sembilan yang pernah menyerang dan menewaskan banyak warga desa termasuk kedua orang tua Naruto sendiri. Uzumaki Naruto digambarkan memiliki sifat-sifat seperti enerjik, ingin dilihat orang banyak, ceroboh dan konyol. Hal yang tentunya menambah skeptis warga desa akan mimpinya.

                        Namun dibalik kekurangannya, dia memiliki kelebihan sebagai figur yang gigih, berani dan pantang menyerah untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Tak terkecuali saat Naruto harus belajar jurus baru dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari gurunya Jiraiya maupun Hatake Kakashi. Shinobi berambut kuning ini kerap gagal saat berlatih. Maklum, kecerdasan dan nilai akademik Naruto dalam akademi ninja dibawah rata-rata anak pada umumnya. Tapi, hal itu bukan halangan. Dengan percobaan berkali-kali serta harus jatuh bangun, pada akhirnya dia bisa menguasai jurus level tinggi

            Perjuangan Naruto yang pantang menyerah tercermin saat ia menghadapi musuh-musuhnya seperti saat melawan Neji Hyuga ketika Ujian Chunin dan melawan anggota organisasi  kriminal Akatsuki, Pain. Alih-alih menyerah karena terluka parah akibat hunusan batang senjata  Naruto malah mengerahkan segenap sisa-sisa kemampuannya. Kegigihan inilah yang akhirnya mampu mengubah pola pikir musuh. Pain memutuskan mengembalikan nyawa para penduduk desa Konoha yang tewas akibat serangannya yang membabi buta.

  • Teman lebih penting dibandingkan kesuksesan menjalankan misi.
Shinobi yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi Shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah

Pernah mendengar quotes “Shinobi yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi Shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah”. Quotes ini diucapkan oleh salah satu tokoh yang bernama Rin Obito. Suatu ketika, Obito menjalankan misi bersama rekan satu timnya, yaitu Kakashi Hatake, Rin Nohara, dan juga Minato Namikaze sebagai ketua tim. Lalu, Rin diculik Taiseki dan Kakkō untuk mencari informasi tentang upaya perang Konoha.Obito sebagai rekan satu tim ingin menyelamatkan Rin yang disandera. Di sisi lain, Kakashi ingin melanjutkan misi terlebih dahulu karena dia percaya orang yang melanggar peraturan adalah sampah.

Dari situ, kita bisa belajar dari Obito bahwa teman lebih penting daripada sebuah misi. Kita harus tetap setia kawan dalam situasi dan kondisi apa pun.

  • Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan

Sejak kecil Uzumaki Naruto dijauhi dan diselepekan oleh warga desa karena masa lalunya sebagai wadah rubah berekor sembilan.  Kondisi itulah yang menyebabkan Naruto kecil sering dikucilkan teman sepermainannya. Banyak orang tua melarang anaknya bermain dengan Naruto karena trauma peristiwa Kyuubi yang sempat memporak-porandakan desa sekian tahun silam. Diperlakukan tidak mengenakkan oleh penduduk desa, tidak lantas membuat Naruto dendam. Sebaliknya, dia bertekad menjadi Hokage yang kelak memimpin desa. Sifat tidak dendam inilah yang membuat Naruto berbeda dari ninja-ninja lainnya.

Sifat itulah yang akhirnya membuat penilaian warga desa berubah terutama ketika Naruto berhasil mengalahkan musuh-musuh desa.

  • Jangan berlarut dalam kesedihan terlalu lama.
Jiraiya & Naruto

Selain masa-masa sulit dikucilkan oleh warga desa, Naruto juga pernag mengalami momen paling sulit dalam hidupnya. Yakni, ketika ia mendapatkan kabar bahwa guru yang telah mengajarkan banyak hal kepadanya, yaitu Jiraiya harus tewas di tangan Pain Akatsuki. Saat mendengar kabar kematian Jiraiya, batin Naruto sangat terpukul. Betapa tidak, ditengah kesendirian hidup tanpa orang tua, Jiraiya menjadi figur penting yang telaten mendidik Naruto. Momen ini, menurut sebagian besar komunitas penggemar Naruto dinobatkan sebagai momen paling mengharukan sepanjang episode anime Naruto Shippuden.

                   Menghabiskan beberapa hari waktu berduka, Naruto akhirnya menemukan kembali motivasinya. Itu setelah Naruto merenungkan kembali ucapan-ucapan sang guru dan tujuan utamanya melatih dirinya. Alhasil, Naruto mampu bangkit dan menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Hebatnya, ketika berhadapan dengan Pain Akatsuki yang notabene adalah pembunuh gurunya, Naruto tidak menunjukkan sifat dendam. Melainkan dia memaafkan Pain dan berharap anggota Akatsuki yang juga mantan murid Jiraiya itu bertobat. Hal inilah yang kemudian mengubah pendirian Pain dan memutuskan menghidupkan kembali seluruh warga Konoha

                  Menghabiskan beberapa hari waktu berduka, Naruto akhirnya menemukan kembali motivasinya. Itu setelah Naruto merenungkan kembali ucapan-ucapan sang guru dan tujuan utamanya melatih dirinya. Alhasil, Naruto mampu bangkit dan menjadi lebih tangguh dari sebelumnya. Hebatnya, ketika berhadapan dengan Pain Akatsuki yang notabene adalah pembunuh gurunya, Naruto tidak menunjukkan sifat dendam. Melainkan dia memaafkan Pain dan berharap anggota Akatsuki yang juga mantan murid Jiraiya itu bertobat. Hal inilah yang kemudian mengubah pendirian Pain dan memutuskan menghidupkan kembali seluruh warga Konoha.

                   Itulah beberapa hal yang bisa dipelajari oleh sang penulis dari serial anime Naruto. Sebetulnya masih banyak sekali hal yang ingin disampaikan oleh sang penulis, tetapi mungkin akan disampaikan oleh sang penulis di lain hari saja ya. Kesimpulannya, dari menonton serial anime saja bukan hanya hiburan dan sarana refreshing saja yang bisa didapat, melainkan pelajaran hidup yang bisa kita ambil.

Arigatou Gozaimasu !!!

Sayonara !!!

Ditulis oleh Al yang menjadi wibu sejak kecil tetapi masih diperbolehkan menjadi anggota GPAN Mojokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *